REDAKSI KATAKAMI

Ikon

Jurnalisme Yang Layak Dipercaya

Jika Patut Dapat Diduga BHD Biang Kerok Utama Yang Memaksa POLRI Tidak Netral Demi SBY, Rakyat Indonesia Minta BHD Dicopot Agar Tidak Merusak POLRI !

Dimuat Di WWW.KATAKAMI.COM

Jakarta 27 APRIL 2009 (KATAKAMI) Ngomong-ngomong soal angka 73, tampaknya dalam rangka 100 hari pertama masa pemerintahanya maka angka 73 menjadi angka keberuntungan bagi Presiden Obama. Sebab berdasarkan survei, prosentase popularitasnya dalam 100 hari pertama ini adalah 73 persen yang berhasil diraih Obama.

Obama sudah pernah menyampaikan bahwa ia lebih ingin memerintah sebanyak 1 periode saja tetapi benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat besar bagi rakyat AS.

Sementara kalau di Indonesia ini, angka 73 adalah angka keberuntungan bagi Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab SBY adalah perwira militer Angkatan 1973. Itulah sebabnya keluar istilah guyon yang berbunyi AKBP yang kepanjangannya bukan Ajun Komisaris Besar Polisi. Tetapi Angkatan Bapak Presiden.

Angka 73 tampaknya menjadi angka keberuntungan bagi Presiden Obama karena prosentase popularitasnya dalam 100 hari pertama ini adalah 73 persen yang berhasil diraih Obama.

Obama sudah pernah menyampaikan bahwa ia lebih ingin memerintah sebanyak 1 periode saja tetapi benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat besar bagi rakyat AS.

Sementara kalau di Indonesia ini, angka 73 adalah angka keberuntungan bagi Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab SBY adalah perwira militer Angkatan 1973. Itulah sebabnya keluar istilah guyon yang berbunyi AKBP yang kepanjangannya bukan Ajun Komisaris Besar Polisi. Tetapi Angkatan Bapak Presiden.

Berbeda jauh dengan Obama, SBY sedang lagi negebet berat dan sangat berambisi untuk kembali melanjutkan kekuasaannya untuk masa periode yang keduanya dalam kurun waktu 5 tahun ke depan yaitu 2009-2014.

Ya, manusia diciptakan memang tak selalu sama.

Lain Obama, lain SBY. Apakah masa pemerintahan SBY selama 5 tahun terakhir ini sudah sangat berkualitas dan bermaanfaat besar bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan ?

Kami malu menuliskannya disini secara jujur dan terbuka. Malu kepada Obama dan rakyat AS. Dan malu kepada para Capres lainnya, serta semua Partai Politik yang patut dapat diduga dicurangi disana sini dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009.

Belum lagi, kondisi hidup rakyat Indonesia yang serba … titik … titik … titik … titik.

Tak usah kami yang menjabarkan secara rinci. Sudah begitu banyak tokoh politik dan para pakar yang mengkritisi bagaimana sebenarnya potret kehidupan di Indonesia ini.

Saat waktu terus berjalan dan Pemilihan Umum (Pemilu) Pilpres 2009 sudah didepan mata, kisruh kecurangan pada Pemilu Legislatif 2009 tetap jalan di tempat. Fakta yang sangat busuk dan buruk dimana ada 45 juta orang rakyat Indonesia yang TIDAK BISA MEMILIH, seakan mau ditiadakan.

Patut dapat diduga, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri seakan mau pasang badan mengamankan peluang kemenangan untuk pihak tertentu sehingga MABES POLRI belum apa-apa sudah menolak laporan tentang tindakan kecurangan yang disampaikan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

Barangkali Kapolri BHD ini perlu diberitahu bahwa tidak ada seorangpun di INDONESIA ini yang bisa mengklaim bahwa dirinya adalah PENGUASA tunggal yang punya hak otoritas penuh atas profesionalisme dan kemandirian POLRI secara INSTITUSI.

Janganlah ada satu orangpun juga yang sok cerdas, sok hebat dan sok loyal kepada pihak penguasa sehingga akhirnya patut dapat diduga akan sangat tega mengorbankan anak buah dan INSTITUSI.

Padahal yang ingin dicapai adalah agar jabatan yang kini disandang, tidak dicopot atau diganti kepada Perwira Tinggi yang jauh lebih cakap.

Betapa malunya POLRI karena patut dapat diduga perilaku TIDAK NETRAL yang diakibatkan gaya kepemimpinan Bambang Hendarso Danuri ini, menjadi sorotan dan hujatan banyak pihak.

Seorang Jenderal Purnawirawan baru-baru ini berkomentar bahwa sangat disayangkan bila patut dapat diduga MABES POLRI mau dijadikan alat politik pihak tertentu.

Sekali duakali, mungkin masih tenang-tenang saja.

Tetapi jangan takabur bagi siapapun yang memiliki niat busuk untuk mengotori dan mengorbankan profesionalisme dan kemandirian POLRI.

Malu dong kalau sampai semua anak buah dan INSTITUSI dari pimpinan manapun, sengaja dikorbankan untuk memenuhi hasrat birahi berkuasa dari siapa saja yang punya niat tidak baik dan tidak tulus sebagai pimpinan.

Semoga saja, kami tidak salah ingat.

Semoga saja, kami belum pikun-pikun benar.

Beberapa tahun lalu, PERNAH TERJADI seorang Kapolri mendapatkan MOSI TIDAK PERCAYA dari para bawahannya karena KETIDAK-NETRALAN sang pimpinan.

Akankah itu terulang ?

Bisakah itu terulang ?

Sudah waktunyakah itu terulang ?

Maukah itu terulang ?

Jawabannya bukan ada pada hamparan rumput yang bergoyang tetapi pada seluruh ANGGOTA POLRI, sudah tertutupkah hati nurani yang paling dalam sehingga diam, membisu dan tak berbuat apa-apa saat patut dapat diduga ada PIMPINAN yang sengaja menyeret POLRI menjadi TIDAK NETRAL ?

Begitu besar cinta dan kebanggaan rakyat Indonesia kepada POLRI.

Begitu besar harapan dan kekaguman rakyat Indonesia kepada POLRI.

Jangan diamkan jika memang ada sesuatu yang kotor menyimpang dan sangat memalukan keharuman nama POLRI sebagai INSTITUSI yang profesional.

Jangan diamkan !

Ayo sadar, semua harus sadar, bahwa rakyat Indonesia membutuhkan POLRI sampai kapanpun juga. Bahkan sampai langit runtuh, POLRI tetap ada di hati rakyat Indonesia.

Jangan menjauh. Jangan biarkan ada yang sengaja menjauhkan.

Mari, mendekatlah dan berjalan bersama derap langkah rakyat Indonesia yang kelelahan menyaksikan lakon-lakon yang mirip binatang BUNGLON.

Berubah-rubah warna !

INSTITUSI POLRI bukan bunglon.

INSTITUSI POLRI bukan brutus (pengkhianat).

INSTITUSI POLRI adalah kebanggaan rakyat INDONESIA yang tak akan pernah bisa dipisahkan oleh kekuatan siapapun dan apapun untuk kepentingan politik praktis dan kekuasaan duniawi orang per orang.

Jadi, katakan saja TIDAK pada SBY & BHD jika patut dapat diduga MABES POLRI mau diseret-seret ke tengah gelombang samudera raya yang berisi genangan ombak ganas politik pratis dan arogansi kekuasaan.

Just say NO !

Say NO to NO.

NO, NO & NO

Dan kalau dulu ada lagu yang liriknya seperti ini, “Oh, Oh, Oh, Kembalikan Baliku Padaku”. Maka rakyat Indonesia secara keseluruhan pasti ingin mengganti sedikit saja lirik lagu ini agar lebih pas yaitu menjadi :

“Oh, Oh, Oh, Kembalikan POLRI-ku Pada-ku !!!”

Dan POLRI tidak kekurangan CALON PEMIMPIN yang jauh lebih kredibel, punya integritas dan kemampuan yang lebih baik. Diantaranya adalah Perwira Tinggi POLRI yang saat ini berbintang 3.

Komisaris Jenderal POLISI JUSUF MANGGABARANI (Angkatan 1975), yang saat ini menjabat sebagai IRWASUM POLRI.

Yang dikenal sangat lurus, sangat jujur, sangat bersih dan benar-benar profesional.

INDONESIA tidak memerlukan seorang Pimpinan POLRI yang patut dapat diduga kecenderungannya bersikap menjilat kepada kekuasaan dan tega mengorbankan seluruh anak buah, terutama tega mengorbankan nama baik dan kehormatan INSTITUSI POLRI.

Mengapa POLRI tidak menyadari ini ?

Mengapa seperti masyarakat awam yang patut dapat diduga sedang terjerat oleh kejahatan HIPNOTIS / DAYA MAGIS yang marak terjadi di tengah masyarakat INDONESIA.

Ayo, POLRI, mari bersama-sama rakyat INDONESIA.

Jangan biarkan POLRI semakin dipermalukan. Institusi lain sudah mencium bau tak sedap yaitu patut dapat diduga POLRI dipakai menjadi ALAT KEKUASAAN. Dan indikasi ini menjadi bahan tertawan dan sekaligus keprihatinan yang sangat dalam luar biasa.

(MS)

Filed under: Uncategorized

KATAKAMI.COM

TULISAN UTAMA DI KATAKAMI

%d blogger menyukai ini: