REDAKSI KATAKAMI

Ikon

Jurnalisme Yang Layak Dipercaya

Untuk Cari Selamat Dari Kasus Hukum & Jabatannya, Patutkah Dapat Diduga Ada Oknum Pejabat Lancarkan Aksi Patgulipat Menjilat ? (Bagian 2)

 

  

1 sangdwiwarna1 a UPDATED

Aktivis HAM MUNIR tewas dibunuh tgl 7 September 2004 hanya bbrp sebelum PILPRES Putaran Kedua (2004)Suciwati & Kedua anaknya

 

Oleh : MEGA SIMARMATA

 

JAKARTA (KATAKAMI) Para Pembaca KATAKAMI, di bagian kedua ini izinkan kami awali dengan sebuah cerita yang ringan dulu.

 

Kehebohan tentang adanya gerakan yang anti dan menolak terhadap banyak figur CAPRES di FACEBOOK, membuat kami teringat pada satu hal yang menyangkut FACEBOOK.

Hari Selasa (7/4/2009), KATAKAMI mendapatkan balasan di FACEBOOK dari SUCIWATI, isteri Almarhum Munir. Pemred KATAKAMI Mega Simarmata menceritakan sekilas bahwa sejak dimuatnya tulisan SUCIWATI yang berjudul, “MUNIR CAHAYA YANG TAK PERNAH PADAM” bulan Januari 2009 lalu, patut dapat diduga sejumlah oknum Pejabat dari BADAN INTELIJEN NEGARA menteror dan termasuk yang aktif merusak SITUS KATAKAMI.

Kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM Munir tanggal 7 September 2004, adalah sebuah pembelajaran dan masukan penting bagi semua pihak di negeri ini.

Tak cuma Pemerintah, tapi kita sebagai rakyat Indonesia, sama-sama punya “utang” terhadap Suciwati bahwa kasus hukum menyangkut Munir masih tetap menggantung di awang-awang.

Tak ada yang mau bertanggung-jawab.

Ilustrasi gambarIlustrasi gambarStop Targeting The Journalist

Tetapi pada saat merencanakan dan melaksanakan kegiatan di lapangan yang tujuannya menghilangan nyawa seorang anak bangsa dengan cara-cara keji, patut dapat diduga semuanya MAU ikut ambil bagian.

Tapi ketika proses hukum tak bisa dihadang lajunya, wajar jika patut dapat diduga ada pihak tertentu yang resah, gundah dan sangat menghindar agar tak tergilas oleh upaya penegakan hukum.

Siapa saja bisa bicara apa saja, menyangkut pembelaan diri dalam kasus Munir.

Tapi kalau bangsa Indonesia dan semua rakyatnya bertanya, coba katakan pada kami siapa sebenarnya pembunuh Munir ?

Kami tak yakin akan ada yang menjawab. Pasti sunyi senyap. Hening.

Mari kita belajar dari masa lalu.

Jika selama ini, masih ada pihak-pihak tertentu yang sangat mudah dan terlalu percaya diri bahwa merampas hak-hak orang lain dan menindasnya adalah sesuatu yang wajar, maka yang perlu dinasehatkan adalah belajarlah dari masa lalu.

Jangan karena ada yang terdesak, terpojok dan ketakutan dirinya akan digeser, dicopot dan diserahkan pada proses hukum yang berlaku maka patut dapat diduga seluruh KEMAMPUAN & LOYALITAS yang salah kaprah akan diberikan kepada pihak yang saat ini kuat.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso DanuriIrwasum Komjen Jusuf Manggabarani memimpin langsung pemeriksaan kasus rekayasa BAP bandar MONAS

Mari, kita sapa dan kita ketuk hati dari Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dan semua jajarannya.

Janganlah POLRI mengkhianati dan menyakiti hati rakyat INDONESIA.

Pemilu Legislatif tanggal 9 April nanti adalah proses terpenting dalam perjalanan bangsa Indonesia di tahun 2009 ini.

Hendaklah para Pejabat Teras di MABES POLRI dan seluruh KAPOLDA di Indonesia, cermat mengawasi dan mewaspadai gerakan siluman dan kemungkinan terjadinya atraksi di bidang IT oleh pihak tertentu yang patut dapat diduga masuk dalam kategori “terdesak, terpojok dan ketakutan terhadap proses hukum yang menyangkut perbuatan melawan hukum yang mereka atau kelompoknya lakukan.

IRWASUM POLRI Komjen Jusuf Manggabarani, jangan lengah dan hanya bersikap menunggu sampai terjadi dulu sesuatu yang “penuh keajaiban” dimana patut dapat diduga ada oknum internal POLRI yang menyalah-gunakan kemampuan dan peralatan teknologi (termasuk penyalah-gunaan alat penyadap atau intercept).

Inventarisir seluruh peralatan IT dan alat-alat penyadap (termasuk yang selama ini digunakan oleh TIM SATGAS BOM dan DENSUS 88 ANTI  TEROR POLRI, serta yang ada di BADAN NARKOTIKA NASIONAL.

Kapolri BHD tak boleh mengabaikan atau menganggap masalah ini adalah masalah sepele.

Ini bukan masalah sepele.

Inventarisir semuanya dan jangan ada yang terlewatkan satupun juga.

Lalu, dalam hitungan waktu yang secepatnya semua peralatan itu (termasuk peralatan di BARESKRIM, baik BARESKRIM POLRI dan seluruh POLDA), harus dijaga 24 jam sampai Pemilu Legislatif 2009 selesai dilaksanakan.

Kami tidak bermaksud untuk menakut-nakuti atau berprasangka buruk.

Sudahlah, masing-masing sudah tahu sama tahu (TST) ada kubu yang patut dapat diduga selama ini sangat UNTOUCHABLE alias tidak tersentuh.

Satu contoh kecil saja, menjelang pelaksaan eksekusi mati Amrozi CS bulan Oktober 2008 yang lalu. Sumber KATAKAMI menyebutkan bahwa patut dapat diduga KOMBES PETRUS GOLOSE sudah berbulan-bulan tidak masuk kantor yaitu di BARESKRIM POLRI. Dan, tidak ada yang tahu kemana yang bersangkutan pergi dan dimana keberadaan selama itu. Bahkan, sumber KATAKAMI menyebutkan bahwa setelah dilakukan pengecekan, tidak ada PIMPINAN  di Bareskrim Dan POLRI yang mengeluarkan surat tugas atau izin apapun kepada KOMBES PETRUS GOLOSE sehingga bisa seenaknya untuk tidak bekerja sampai selama itu.

 Dari Ki-Ka : Kombes Petrus Golose, Gories Mere & Surya Darma (Washington, Januari 2007)Petrus Golose, Gories Mere & Surya Darma berfoto dengan kolega mereka di AS, Januari 2007

Lalu, kami ajak anda untuk mengingat gunjang ganjing saat muncul BERITA dari situs “antah berantah” yang seolah-olah dikirim oleh AMROZI CS dan kelompoknya yaitu mereka akan membunuh para PEMIMPIN NASIONAL di negeri ini. Situs itu, cerita nih … (angan-angan para pelakunya yang patut dapat diduga sudah HAPAL bagaimana ciri dan gaya kelompok teroris tertantu), memuat SURAT WARISAN AMROZI CS.

Patut dapat diduga, situs itu adalah sebuah rekayasa dari oknum yang merasa paling jago di negeri ini dalam hal IT dan penanganan radikalisme.

Aksi bau terasi menyangkut SITUS REKAYASA itu, kami laporkan dan kami diskusikan kepada seorang PEJABAT TINGGI SENIOR di Kabinet bahwa patut dapat diduga SITUS itu rekayasa dan hendaknya PEMERINTAH cermat melihat sepak terjang sebuah kubu atau kelompok yang selama ini sudah sangat BERJAYA menangani sebuah bidang penegakan hukum. Belakangan, diketahui bahwa SITUS REKAYASA itu dibuat dari oknum yang “cerdasnya minta ampun” dari wilayah CANADA.

Semua Ketua Partai Politik, CAPRES dan CALEG harus cepat mengambil sikap untuk mencegah ada penyalah-gunaan kemampuan, kewenangan dan berbagai peralatan teknologi (IT) dari INSTANSI manapun yang memiliki itu.

“Lebih baik sedia payung, sebelum hujan” begitu kata pepatah.

Kalau cuma didiamkan dan dibiarkan saja dan belakangan  baru diributkan bahwa patut dapat diduga ada oknum internal POLRI yang menjerumuskan diri pada pihak-pihak tertentu, akan sangat sia-sia kalau terlambat mengantisipasi.

Jangan sampai nasi sudah jadi bubur.

Dan kalau mau mendengarkan saran kami, maka PARTAI POLITIK dan semua kandidat CAPRES misalnya, perlu secepatnya menghubungi Duta Besar AS untuk Indonesia dan mengajaknya berbicara informal saja. Inipun sebenarnya, hanya bisa dilakukan kepada Pihak-Pihak yang berkawan baik dengan Kedutaan Besar AS. Sebab namanya meminta atensi dan informasi yang “agak serius”.

Apa gunanya berbicara dari “hati-hati ?

Sebab, dengan cara pendekatan yang sangat “manis dan bersahabat” maka bisa meminta informasi kepada Sang Dubes untuk menanyakan kepada Pejabat perwakilan Biro Investigasi Federal (FBI), ilmu atau kemampuan di bidang IT jenis apa saja yang selama bertahun-tahun sudah diberikan kepada TIM ANTI TEROR POLRI yang  selama bertahun-tahun dikuasai oleh kelompok tertentu saja.

Lalu, bisa juga diajak dalam perbincangan informal dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia. Minta juga dengan cara pendekatan yang “manis dan bersahabat” kepada beliau untuk menanyakan kepada Pejabat Perwakilan Australia Federal Police (AFP) di Jakarta, ilmu dan kemampuan di bidang IT apa saja yang barangkali dibagikan kepada TIM ANTI TEROR POLRI.

 tandai pilihanmuurgent

Dan ada satu lagi yang tidak boleh dilupakan yaitu Mantan Presiden AS, Jimmy Carter.

Setiap ada penyelenggaraan Pemilu di Indonesia, Jimmy Carter pasti datang untuk memantau jalannya Pemilu. Belum jelas konfirmasinya, apakah pada penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 ini beliau yang akan datang langsung atau mengirim utusan.

Katakan pada Mantan Presiden JIMMY CARTER, hal yang perlu diwaspadai sebagai salah satu hal yang patut dapat diduga bisa menciptakan atau mendatangkan kecurangan-kecurangan yang bersifat fatal dalam PEMILU LEGISLATIF 2009 adalah di bidang IT.

Semua Pihak, yang sudah mendapatkan masukan seperti ini, ingatkan untuk merekam semua indikasi KECURANGAN DATA yang menyangkut bidang IT. Semua harus dimonitor mulai hari Rabu (8/4/2009) ini. Jika hendak mempermasalahkannya di muka hukum, bukti yang kuat harus ada. Dan ingat, anda … kita semua, menghadapi PAKAR-PAKAR IT, AHLI-AHLI CYBER.

Tapi jangan takut, HUKUM harus jadi PANGLIMA di negaranya sendiri.

Camkan, bahwa bukti fisik sangat dibutuhkan. Jalankan semua sistem pemantauan dan pengawasan yang maksimal. Dan, di negara ini yang punya PERANGKAT TEKNOLOGI (IT) juga ada beberapa pihak lain. Demi INDONESIA, perhatikan indikasi kejahatan teknologi yang sangat kotor yaitu patut dapat diduga akan melakukan “ATRAKSI” untuk menguntungkan pihak tertentu.

Ingat, ada kasus-kasus hukum yang saat ini sedang membuat pihak tertentu sangat resah berkepanjangan karena patut dapat diduga begitu ketakutan terkait keterlibatannya.

Jangan anggap enteng terhadap kubu atau kelompok manapun yang tampak alim dan berwibawa dari luarnya, tetapi patut dapat diduga dimungkinan untuk menyalah-gunakan kewenangan, kemampuan dan peralatan teknologi IT yang dikuasai.

Jangan katakan bahwa KATAKAMI mengada-ada.

Oke, kami berikan contoh. Pada suatu kesempatan, seorang pejabat di lingkungan Kepolisian Daerah tertentu (kami tak akan sebut POLDA mana), mendapatkan SMS yang berisi perintah agar ditangkap si A, si B dan si C. Pejabat ini melihat nama dan nomor si pengirim SMS itu. Tertera disana nama pimpinan di jajaran POLDA tempatnya bekerja.

Sudah barang tentu ia percaya.

Tak lama kemudian, ada SMS kedua masuk dan kali ini dari Pejabat nomor 2 di lingkungan POLDA tersebut. Isinya sama, agar si Pejabat yang menerima SMS itu segera menangkap si A, si B dan si C.

Maka disusunlah TIM secepatnya dan setelah diberikan pengarahan, mereka berangkat untuk melaksanakan tugas dari “pimpinan”.

Tahukah anda apa yang terjadi ?

Saat keesokan harinya si Pejabat yang berhasil menangkap itu melaporkan hasil kerjanya, Pejabat nomor satu di Jajaran terkejut karena tidak pernah samasekali ia mengirimkan SMS yang isinya perintah penangkapan.

Begitu juga Pejabat Nomor Dua di Jajaran mereka, tidak pernah mengirimkan SMS itu. Dibentuklah tim untuk menyelediki. Tahukah anda, bagaimana kehebatan si oknum pelaku yang  sangat kurang ajar melakukan semua “rekayasa teknologi” itu ?

Patut dapat diduga, tekniknya dikirimkan dulu lewat negara Belanda, setelah itu “diatur” agar SMS yang masuk ke si Pejabat tadi bisa atas nama dan nomor dari para PIMPINAN di jajaran tersebut. Kalau anda penasaran, darimana KATAKAMI tahu ?

Ya, dari orang yang mengalaminya sendiri. Yang mendapatkan sms berturut-turut tadi. Patut dapat diduga, ia dikerjai oleh oknum yang sangat LIAR sekali tindak-tanduknya sejak awal.

Jadi, jangankan KATAKAMI. Terhadap Pimpinannya saja, dan rekan sekerja, patut dapat diduga ada oknum di dalam internal POLRI yang begitu berbahaya dan sangat tidak terkendali perilakunya LIAR.

Itu baru contoh kecil, belum contoh lain yang lebih atraktif dan patut dapat diduga oknum pelakunya adalah pihak “itu-itu juga”.

Si biang kerok yang patut dapat diduga dari kelompok yang “itu-itu juga”, pernah keceplosan mengakui kepada KATAKAMI bahwa Pihak AS yang mengajari untuk menjebol surat-surat pribadi orang yang ada dalam EMAIL. Orang yang menceritakan ini lupa, bahwa patut dapat diduga beberapa hari sebelumnya dengan seenaknya menjebol EMAIL Pemimpin Redaksi KATAKAMI dan mengganti passwordnya.

Walaupun istilah yang digunakan menjebol, jangan ada yang mengira bahwa oknum tersebut akan merusak EMAIL tersebut. Tidak akan ada kerusakannya. Pesan yang belum terbaca, akan tetap seperti pesan yang belum terbaca.

Patut dapat diduga, mereka memang diajari oleh FBI untuk bisa masuk dan membaca semua data, EMAIL dan sistem jaringan komputerisasi orang lain (dimanapun juga berada), tanpa perlu mengetahui, mengganti atau merusak password yang ada.

Jadi, dengan kemampuan yang secanggih itu, digantilah PASSWORD dari EMAIL Pemred KATAKAMI. Itu terjadi 2 tahun lalu dan patut dapat diduga oknum pelakunya “tidak jauh” dari topik pembahasan dalam tulisan ini.

Masih kejadian 2 tahun yang lalu, patut dapat diduga kelompok dari si oknum tersebut memasang alat penyadap di rumah dinas Pejabat POLRI tertentu (kami tidak akan mencantumkan siapa Pejabat tersebut).

Belakangan, si oknum yang patut dapat diduga memasang alat penyadap tadi menumpahkan kekesalan dirinya kepada KATAKAMI (karena ia mengetahui bahwa KATAKAMI mengenal sangat baik Pejabat yang rumah dinasnya dipasangi alat penyadap tersebut).

Bagaimana tidak kesal, karena ulahnya ketahuan dan ia dipanggil secara lansgung ? Ibarat maling yang mengaku sangat lihai dan canggih, tetapi ketahuan dan tak bisa mengelak lagi.

Patut dapat diduga, si oknum yang “itu-itu juga” pernah merusak NOMOR HANDPHONE dari Pejabat Tinggi INSTANSI yang berbeda dengan si oknum ini.

Bayangkan, betapa beraninya melakukan semua itu. Dari segi kepangkatan, saat kejadian itu berlangsung si oknum pelaku itu masih berbintang dua dan yang diganggunya BERBINTANG 4 !

Mau tahukah anda, kenapa NOMOR HANDPHONE tersebut dirusak ?

Perwira Tinggi berbintang 4 sedang berbicara dengan Pemred KATAKAMI. Kalau ada Pejabat Tinggi yang berdiskusi dengan jurnalis-jurnalis senior, itu untuk kepentingan mencari masukan bagi perkembangan yang aktual.

Saat itu, Pemred KATAKAMI sedang gencar-gencarnya menyoroti berbagai penyimpangan dari TIM ANTI TEROR karena patut dapat bolak-balik membocorkan rahasia negara terkait hasil-hasil penyidikan masalah terorisme (anda bisa memaca dokumentasi tulisan-tulisan itu di WWW.REDAKSIKATAKAMI2.WORDPRESS.COM

Akibat merasa terpojok, aksi pengrusakan dilakukan secara membabi-buta terhadap apa saja dan siapa saja yang berbicara dengan KATAKAMI. Dan yang kami sampaikan bukanlah omong kosong sebab pada akhirnya si oknum itu DICOPOT dari jabatannya. Ia digeser dari penanganan terorisme ke bagian narkoba.

Padahal, si oknum ini pernah menceritakan langsung kepada KATAKAMI bahwa ia telah menyampaikan kepada PIMPINAN bahwa kalau boleh ia ingin terus ditugaskan di bagian penanganan terorisme.

Ceritanya, waktu itu seorang KOMBES digeser dari posisinya di BARESKRIM POLRI. Padahal si KOMBES ini tangan kanannya. Ia mendatangi PIMPINAN di Instansi POLRI dan memohon-mohon dengan sangat agar si KOMBES tadi diberikan posisi yang “sama baiknya” dengan posisi sebelumnya di BARESKRIM POLRI.

Ia bersedia tidak diberi promosi jabatan apapun asal si KOMBES yang sangat dibanggakannya itu, diberi jabatan yang “sama baiknya”.

Belakangan, si KOMBES yang dinilai cakap dalam menangani kasus-kasus ekonomi ditarik untuk membantu penanganan terorisme. Oleh sebab ia mengetahui bahwa KATAKAMI mempunyai relasi yang baik dengan PIMPINAN POLRI saat itu, maka dalam beberapa kesempatan ia mengundang bertemu dan berbicara untuk mengeluhkan atau menyampaikan berbagai permasalahan (versi dirinya).

Tapi ia lupa, jurnalis yang independen tak akan pernah bisa dipaksa untuk tutup mata dan tutup telinga terhadap semua penyimpangan dan pelanggaran-pelanggaran hukum yang sifatnya sudah sangat merugikan atau membahayakan negara.

Perwira Tinggi berbintang 4 yang nomor HANDPHONE-nya dirusak tadi, memang bersahabat baik dengan Pemred KATAKAMI. Ia pernah berpesan lewat SMS, jangan pernah menyerah, lawan, lawan dan lawan sepanjang kita berada di pihak benar.

Patut dapat diduga karena merasa tersindir, si oknum ini dan kelompoknya berani merusak nomor HANDPHONE dari Pejabat Tinggi di negara ini. Waktu itu, terpaksa Perwira Tinggi tersebut meminjam HP ajudannya agar bisa berbicara dengan KATAKAMI.

Untunglah Perwira Tinggi itu memang berkepribadian yang sangat bijaksana karena ia tidak mau melibatkan INSTITUSI-nya terkait pengrusakan yang sangat keterlaluan itu.

ilustrasi gambar

Jadi, kalau bolak-balik para PEMBACA KATAKAMI mendapat kabar bahwa KATAKAMI dirusak berkali-kali, sebaiknya anda perlu diberitahu bahwa jangankan kami yang merupakan warga sipil tak bersenjata. Perwira Tinggi yang sangat kuat kedudukannya ketika itu dan dari segi kepangkatan memang wajib dihormati dari si oknum pelaku ini, bisa dengan entengnya dijadikan korban brutalisme kejahatan TEKNOLOGI yang patut dapat diduga memang dikuasai sepihak untuk oknum ini.

Anda bisa terkagum-kagum kalau kami buka semuanya. Sama seperti si oknum pelaku itu sendiri, sejujurnya pihaknya terkagum-kagum karena berbagai pelanggaran hukum yang patut dapat diduga dilakukan oleh kelompok mereka, bisa kami ketahui dengan disertai bukti.

Dari awal, si oknum ini sudah tahu bahwa setiap kami mengungkapkan sebuah atau permasalahan apapun (terutama kepada pihak PIMPINAN POLRI), semua indikasi pelanggaran hukum yang patut dapat diduga dilakukan oleh si oknum ini dan kelompoknya maka semua yang disampaikan itu PASTI memiliki bukti dan saksi.

Termasuk, saat KOMISARIS JENDERAL GORIES MERE melakukan presentasi liar di sebuah tempat dan disana ia mencaci maki INSTANSI POLRI dan TNI.

Bahkan, ia menuding sejumlah JENDERAL TNI berada dibalik aksi peledakan bom tetapi patut dapat diduga semua omongannya itu adalah FITNAH. Dan tidak lama kemudian, KATAKAMI mendapatkan REKAMAN ASLI dari presentasi liar itu. Dimana saat presentasi itu, ia datang bersama BRIGJEN SURYA DARMA, Kepala Densus 88 (pada waktu itu).  

Mereka tidak menyadari bahwa presentasi liar itu DIREKAM. Dan kami dapatkan rekamannya.

Kaset tersebut kami serahkan kepada MENKO POLHUKKAM WIDODO AS, Jenderal SUTANTO dan Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Apa yang mau disangkal ? Suara aslinya ada didalam 2 KASET REKAMAN !

Ia mengatakan, POLDA JAWA BARAT GOBLOK, Polisi-Polisi GOBLOK (Barangkali ketika ia berbicara seperti itu, ia lupa bahwa ia berprofesi sebagai apa ?).

Lalu didalam kaset itu, enak saja MULUTNYA menyebut nama 2 JENDERAL TNI dan TNI secara kelembagaan berada di balik peledakan bom. Kalau saja anda semua bisa mendengar maka akan takjub. Enteng sekali mulut mereka ini, ngoceh ngalor ngidul MEMFITNAH pihak lain seenaknya.

Ketika ia berbicara itu, ia tidak menggunakan kalimat sakti “PATUT DAPAT DIDUGA”. Ia langsung main sebut nama. Dan terdengar jelas di dalam REKAMAN itu.

KATAKAMI mendatangi seorang Jenderal TNI yang disebut KOMJEN GORIES MERE ini. Pemred KATAKAMI memperdengarkan rekaman kaset itu, yaitu di bagian KOMJEN GORIES MERE seenak jidatnya memfitnah orang.

Setelah didengar, kami ulangi lagi. JENDERAL tersebut tetap tenang dan geleng-geleng kepala. JENDERAL itu bertanya kepada Pemred KATAKAMI.

“Apa kira-kira maksudnya, Ga ?” tanya si JENDERAL yang sangat berwibawa dan baik hati ini.

“Ya, kalau menurut saya Pak, ini menunjukkan bahwa dia ini emang sakit jiwa kali. Lihat saja, seenak jidatnya menyebut nama orang di depan publik. Biarpun dalam jumlah terbatas, kan tidak semua orang bisa memahami duduk persoalan. Nanti saya sampaikan informasinya kepada Pak Tanto (JENDERAL SUTANTO) bahwa ada kejadian yang sangat fatal ii” kata Pemred KATAKAMI.

Lalu ketika itu, dalam hitungan beberapa jam, KOMJEN GORIES MERE ditelepon oleh JENDERAL TNI tersebut.

Tetapi, KOMJEN GORIES tidak mengaku dan gelagapan menjawab. Seusai ditelepon oleh JENDERAL TNI tersebut, Gories Mere mengamuk kepada Pemred KATAKAMI dengan mengirimkan SMS.

“Hentikan PARANOID-mu. Saya sudah bicara dengan JENDERAL ehm ehm. Bla Bla Bla” panjang lebar caci maki ala jagoan anti teror yang tak sadar bahwa kerap kali tindakannya justru patut dapat diduga menteror orang.

Pemred KATAKAMI tidak kehilangan akal pada waktu itu dan justru balik bertanya dengan gaya yang pura-pura tidak tahu. Sebab, yang bersangkutan pasti akan malu sendiri.

Biarpun patut dapat diduga, KOMJEN GORIES MERE adalah orang yang paling bERBAHAYA dalam penyalah-gunaan ALAT PENYADAP karena ia akan mengecek SMS-SMS dan telepon dari orang-orang yang masuk dalam DAFTAR MINATNYA untuk disadapi 24 jam.

Dan ternyata benar, GORIES MERE malu setengah mati karena main amuk secara liar. Biarpun patut dapat diduga ia sudah tahu dari SADAPAN telepon bahwa Pemred KATAKAMI sudah janjian bertemu dengan JENDERAL TNI tadi, tapi ia tidak bisa main tuduh karena tidak ada buktinya yang nyata bahwa kami yang melaporkan.

Jadi, Pemred Mega Simarmata dengan santai menjawab SMS itu dengan sangat dingin. “Ada apa Pak Gories, kenapa anda ngamuk tanpa sebab. Jenderal siapa itu yang disebut tadi ?” tulis Mega Simarmata. 

GORIES MERE malu setengah mati karena sok main hajar saja dengan caci maki. Ia lantas meminta-minta MAAF sampai berulang-ulang kali.

Hehehe. Menghadapi manusia semacam ini, harus degan nyali yang lebih tajam. 

Dan yang terpenting, sekali-sekali manusia seperti ini harus diberi pelajaran agar bisa MENGHORMATI orang lain.

KATAKAMI mendatangi juga JENDERAL TNI yang satunya lagi, yang disebut oleh KOMJEN GORIES MERE. Dan, komentar yang keluar adalah, “Bilang sama GORIES MERE itu, jangan jadi PETRUK yang kerjanya MELAWAK. Jangan sok jago”.

Tapi kami mohon maaf, 2 Jenderal TNI yang diatas tadi, tidak akan kami cantumkan namanya.

Lalu dalam kesempatan yang berbeda, dengan asyiknya KOMJEN GORIES mengejek JENDERAL TNI yang lainnya lagi karena TIDAK PERCAYA terhadap temuan-temuan TIM ANTI TEROR POLRI bahwa Jamaah Islamyah adalah pelaku peledakan Bom di Indonesia.

Jenderal yang dimaksud untuk masalah ini adalah JENDERAL RYAMIZARD RYACUDU.

Semua isi SMS dari KOMJEN GORIES MERE yang mengejek JENDERAL RYAMIZARD RYACUDU, kami sampaikan kepada JENDERAL RYAMIZARD RYACUDU secara langsung. Dan Mantan KSAD yang sangat mengagumkan ini, tersenyum saja.

Mengapa tersenyum ?

Ya, sebab orang yang patut dapat diduga LIAR seenaknya ngoceh sana ngoceh sini penuh FITNAH & MERENDAHKAN MARTABAT Perwira Tinggi TNI, tidak perlu ditanggapi secara serius tetapi cukup “DITERTAWAKAN” saja. Sangat bertolak-belakang semua.

Kadang dia FITNAH orang per orang atau lembaga tertentu terlibat peledakan. Kadang dia katakan JAMAAH ISLAMYAH yang terlibat. Dan kadang, patut dapat diduga ada kelompok tertentu yang sok ahli menangani terorisme melemparkan ISU MENYESATKAN ke tengah masyarakat lewat media massa bahwa ada peledakan bom di tempat tertentu dan yang dituduh adalah INSTANSI lain.

Pada suatu waktu, aksi yang kotor ini terbongkar bahwa justru kelompok tertentu didalam internal POLRI yang menciptakan ISU.

Pemred KATAKAMI Mega Simarmata pernah menyampaikan juga peringatan keras kepada GORIES MERE agar jangan coba-coba berperilaku liar menjatuhkan JENDERAL SUTANTO, BAMBANG HENDARSO DANURI dan seorang Perwira Tinggi tertentu (yang tidak perlu kami sebutkan namanya tetapi ia diperlakukan tidak adil oleh kelompok GORIES MERE).

 Gories MerePresenter TV One yang muda belia GRACE NATALIE LOUISA saat memberitakan CECE mendapat vonis MATIPolwan VIVICK TJANGKUNG yang mendampingi GORIES MERE saat menangkap ZARIMA ke AS

“Awas ya, kalau berani-berani membuat POLRI kacau-balau. Belajar kamu menghormati ATASAN. Jangan coba-coba menjatuhkan siapapun. Jaga nama baik INSTITUSI-mu. Paham ? Kalau kamu macam-macam, rekaman presentrasi liarmu akan kami sebar-luarkan dan kami sampaikan ke semua LEMBAGA PEMERINTAH” kata Pemred KATAKAMI.

Aneh sekali, ada POLISI yang patut dapat diduga kerjanya mau MENJATUHKAN sesama POLISI. Entah itu atasan atau rekan sekerja. Dan ia tak akan bisa berkutik kalau sudah adu nyali dengan KATAKAMI.

Ia dan kelompoknya, patut dapat diduga pernah juga hendak menjatuhkan KABAINTELKAM SALEH SAAF.

Wartawan-wartawan yang senior yang biasa meliput di MABES POLRI pasti bisa dengan cepat mendapat informasi. Dan ketika itu, Pemred KATAKAMI memberikan informasi dan masukan kepada JENDERAL SUTANTO bahwa patut dapat diduga KOMJEN GORIES MERE dan kelompoknya mau menjatuhkan Kabaintelkam.

Pernah juga, yang lebih tak disangka-sangka. Pada suatu hari JUMAT (yaitu seusai sholat Jumat), KABARESKRIM BAMBANG HENDARSO DANURI membahas dan diminta menanda-tangani surat-surat dari bawahannya untuk sebuah KASUS.

barang bukti uang dalam kasus bandar narkoba MONAS

Tahukah anda, dalam dua jam kemudian surat-surat itu sudah bocor dan sampai fotocopy-nya ke tangan pihak tertentu yang punya perkara di BARESKRIM POLRI. Orang yang mendapatkan fotocopy itu menelepon Pemred KATAKAMI. Menyadari bahwa telepon itu sangat penting sifatnya, Pemred KATAKAMI langsung merekamnya dengan fasilitas perekam di HP.

Kami perlu bukti fisik yang otentik jika hendak melaporkan KOMJEN GORIES MERE dan kelompoknya karena selama ini kabarnya tidak akan pernah ada yang berani kepada mereka, sehingga patut dapat diduga menjadi semakin TIDAK TERKENDALI. Setelah Pemred KATAKAMI ditelepon, informasi penting tentang pembocoran dokumen penting BARESKRIM tadi kami laporkan kepada Jajaran Pimpinan POLRI.

Tidak ada yang bisa disangkal dari perbuatan-perbuatan KOMISARIS JENDERAL GORIES MERE dan kelompoknya.

Sekarang baru kami buka. Agar jadi masukan bagi semua PIHAK, terutama bagi INSTITUSI POLRI & TNI.

Inilah fakta yang sebenar-benarnya. Kami juga heran, mengapa Tuhan selalu membuka peluang agar semua dugaan penyimpangan dan pelanggaran hukum yang patut dapat diduga dilakukan KELOMPOK GORIES MERE ini pasti akan sampai kepada kami, lengkap dengan saksi dan bukti.

Dan, izinkan kami bertanya, mengapa manusia semacam itu dibiarkan MERAJALELA ?

Untung kami kebal, tegar dan tetap bertahan saat menyoroti berbagai tindakan yang patut dapat diduga MEMBOCORKAN RAHASIA NEGARA seputar penanganan teroris (2007-2008). Sehingga, ada tindakan tegas yaitu berupa PENCOPOTAN dari jabatan yang strategis di BARESKRIM POLRI.

 barang bukti kasus narkoba bandar Liem Piek Kiong alias MONAS pemilik 1 juta pil ekstasi1 A CECE

Jangan desak kami untuk membuka lebih banyak lagi fakta-fakta yang lebih mengerikan ini.

KATAKAMI tidak terbiasa menyampaikan informasi yang murahan, penuh fitnah atau sembarangan. Maaf saja, KATAKAMI berpegangan pada HUKUM yang berlaku. Untuk menyampaikan dugaan pelanggaran hukum, penyimpangan dan perbuatan tercela yang patut dapat diduga dilakukan Kelompok PERWIRA TINGGI tersebut maka harus ada bukti yang sangat kuat.

Kalau kami bisa melengkapi lagi, dalam sebuah periode tertentu KOMISARIS JENDERAL GORIES MERE tertangkap basah sedang MAKAN SIANG dan DIBAYARI oleh pihak yang sedang berperkara di BARESKRIM POLRI. Acara makan bersama itu dilakukan di HOTEL GRAND HYATT JAKARTA.

Tuhan Maha Besar & Maha Adil.

Tidak lama kemudian, orang yang berperkara itu menceritakan soal isi pertemuan mereka di GRAND HYATT tersebut. Dan diam-diam, kami merekam keterangan yang disampaikan. Siapa saja yang mendampingi Gories Mere, apa yang dimakan, berapa jumlah tagihan makan itu, siapa yang bayar dan apa saja yang dikatakan Gories Mere.

Kaset rekamannya kami SERAHKAN kepada Petinggi POLRI (kami tidak akan sebut namanya).

Sebab, patut dapat diduga pada periode itu ada sejumlah oknum PERWIRA TINGGI POLRI yang hendak menjatuhkan pimpinannya. Jadi, pertemuan ini dilakukan dalam kaitan bahwa patut dapat diduga Kelompok Gories Mere mau menjatuhkan sejumlah PIMPINAN di POLRI. Ditambah lagi, datang informasi yang melengkapi dari pihak berbeda.

Kelompok GORIES MERE bertamu ke rumah seorang Pengusaha Non Pri yang termasuk sangat populer. Gories datang bersama purnawirawan TNI yang sangat dekat dengan dirinya.

Tidak disangka-sangka, ada pihak tertentu yang dihadir sana memberikan informasi bahwa “ada begini ada begitu”.

“Jadi si … sudah perlu diturunkan ini, dijatuhkan, diganti ” kata purnawirawan tersebut. Tetapi tidak disangka-sangka. informasi itu bisa kami dapatkan.

Dan gerakan ini tidak bisa terlaksana karena tersandung oleh ketajaman KATAKAMI dalam menghadang gerak laju mereka yang patut dapat diduga sangat tidak terkendali.

amroziali imron

Salah satu ganjaran yang diterima KATAKAMI pada periode itu, patut dapat diduga KOMJEN GORIES melakukan teror yang sangat tak terduga yaitu ia MEMFORWARD sms dari seorang TERPIDANA TERORIS (ALI IMRON) kepada Pemred KATAKAMI Mega Simarmata. Isi SMS itu adalah penghinaan yang berbau SARA, dimana terpidana TERORIS itu mengutip AYAT INJIL untuk mengejek Pemred KATAKAMI yang memang beragam Non Muslim.

Aksi yang sangat memalukan dari KOMJEN GORIES MERE itu, kami laporkan secara langsung lewat jalur-jalur kami kepada KEPALA BADAN INTELIJEN NEGARA Sjamsir Siregar & KAPOLRI Jenderal Polisi Sutanto. SMS itu kami forward kepada Petinggi-Petinggi di negara ini.

Apa yang mau dikatakan atau dibanggakan jika patut dapat diduga ada seorang PERWIRA TINGGI POLRI yang anti Islam ?

KATAKAMI menyimpan juga data SMS dari KOMJEN GORIES MERE yang patut dapat diduga berbau SARA dimana terindikasi yang bersangkutan ini ANTI ISLAM. Kami masih mempertimbangkan satu dan lain hal sehingga tidak akan memuatnya disini. Tetapi, isi SMS berbau SARA yang ANTI ISLAM itu sudah kami laporkan kepada PIMPINAN POLRI dan sejumlah Petinggi di negara ini.

Sehingga, setiap kali ada tulisan KATAKAMI yang berbicara tentang PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) misalnya, maka patut dapat diduga oknum PERWIRA TINGGI yang ANTI ISLAM ini mengamuk dan makin semangat merusak KATAKAMI.

Jangan main-main, sebab kami punya bukti.

Dan siapapun di republik ini harus menyadari bahwa kemajemukan yang ada di Indonesia, tak boleh disikapi dengan sikap yang arogan. Toleransi antar agama dan antar umat beragama, harus dijaga. Bukan karena KATAKAMI sombong, tetapi pada faktanya KATAKAMI sangat dihargai oleh sejumlah TOKOH ISLAM, ORMAS ISLAM dan PARPOL ISLAM. Mengapa ? Sebab, marilah kita saling menghormati dan menghargai, tanpa harus mengkotak-kotakkan diri dan kelompok berdasarkan unsur SARA.

Ini sebuah masukan bagi PARPOL tertentu yang sedang dirayu pihak tertentu untuk berkoalisi. Cermati, siapa yang mendukung di belakang. Jangan terkecoh karena patut dapat diduga ada oknum tertentu yang tak mampu menghargai ISLAM dengan segala keagungan nilai-nilai ajarannya.

Banyak rahasia yang sangat fatal sifatnya ada di tangan kami sehingga kalau kami buka sedikit saja maka patut dapat diduga akan ada yang JUNGKIR BALIK otaknya untuk melakukan serangan sebagai alibi melindungi dirinya yang patut dapat diduga BERSALAH..

Jenderal Sutanto memberikan dukungan penuh dlm pemberantasan terorisme sepanjang menjabat sbg KaporiJenderal Sutanto & Jenderal BHD sama-sama tertunduk dan melangkah seusai SERTIJAB (Oktober 2008)

Patut dipertanyakan, mengapa PERWIRA TINGGI semacam ini dilindungi oleh PEMERINTAH, khususnya PRESIDEN SBY ?

Dengan fakta-fakta semacam ini, rakyat INDONESIA bisa mempertanyakan, mengapa sangat NGOTOT LUAR BIASA Presiden SBY mempertahankan dan mengamankan seorang oknum PERWIRA TINGGI Yang patut dapat ddiduga sudah sangat membahayakan bangsa, negara dan INSTITUSI pemerintah.

Ada apa dengan SBY ? Mau apa atau KONGKALIKONG seperti apa, yang patut dapat diduga disepakati antara SBY & GORIES MERE ? Sebagai seorang Pemimpin Bangsa, patut dapat diduga SBY sudah sangat berlebihan mengamankan seseorang yang dugaan pelanggaran hukumnya sudah sangat parah.

Bisakah SBY, atau maukah SBY, ikut mempertanggung-jawabkannya di dunia dan akhirat ? Tidak usah jauh-jauh, KASUS BANDAR NARKOBA LIEM PIEK KIONG ALIAS MONAS, adalah kasus yang sudah sangat mendesak untuk dituntaskan yaitu TANGKAP BANDAR MONAS.

KATAKAMI tidak bicara sembarangan.

Ini persoalan bangsa dan di dada kami ada RASA KEBANGSAAN yang sangat kuat. Dan apa yang terbaik bangsa, negara dan rakyat INDONESIA, maka itulah yang terbaik untuk kami.

KATAKAMI masih mencoba untuk KASIHAN tetapi belakangan ini patut dapat diduga ada oknum-oknum Pejabat yang sudah gelap mata karena terdesak atau kasus hukum yang melibatkan mereka dan jabatannya.

Luasnya jaringan dan lobi yang sudah kami bangun belasan tahun dalam lingkaran tugas kewartawanan, memungkinkan kami untuk mengetahui apa yang tidak diketahui oleh orang lain.

Sehingga, saat KATAKAMI menyampaikan masukan-masukan seperti ini, pasti sudah kami pertimbangkan. Mana yang memang berguna untuk disampaikan kepada semua pihak demi kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

POLRI, terutama KAPOLRI BHD dan semua Pejabat Teras POLRI, serta semua KAPOLDA diseluruh Indonesia harus menjaga nama baik INSTITUSI. Pasang mata dan telinga sebaik mungkin.

Laksanakanlah tugas dengan sangat gemilang. Jangan khianati dan jangan sakiti hati rakyat Indonesia.

 

(MS)

 Iklan KATAKAMI

 

 

Filed under: Uncategorized, , , , , , , , , ,

KATAKAMI.COM

TULISAN UTAMA DI KATAKAMI

%d blogger menyukai ini: