REDAKSI KATAKAMI

Ikon

Jurnalisme Yang Layak Dipercaya

Komjen Jusuf Manggabarani Yang Tak Ingin Ingkari Kebenaran & Bertekad Terus Lakukan Yang Terbaik Untuk Indonesia

Irwasum Polri Komjen Jusuf Manggabarani

Irwasum Polri Komjen Jusuf Manggabarani

OLEH : MEGA SIMARMATA

JAKARTA (KATAKAMI)  Irwasum Komjen Jusuf Manggabarani, pada Rabu (18/3/2009) siang sebenarnya sangat padat sekali acaranya karena Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memanggil para Pejabat Teras MABES POLRI untuk rapat di ruang kerja Kapolri.

Tetapi memang rasanya KATAKAMI.COM mendapat kehormatan dan keberuntungan yang mengejutkan karena akhirnya bisa bertemu Jusuf Mangga. Dan, lagi-lagi hanya KATAKAMI.COM yang mendapatkan kesempatan untuk bisa memperoleh WAWANCARA EKSKLUSIF.

*****

Saat “break” dari rapat dengan Kapolri, Jusuf Mangga naik ke lantai 4 Gedung Utama Mabes Polri yang menjadi ruang kerjanya.  “Eh, Mega Simarmata dari KATAKAMI, ada apa ?” tanya Jusuf Mangga yang tiba-tiba muncul dan berhenti di depan Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata yang memang secara khusus menunggu Irwasum.

“Waduh, Bapak kalau bicara … bikin saya jantungan. Hati ini jadi ciut. Saya mohon waktu Pak irwasum, untuk bicara soal NETRALITAS PEMILU ini, bagaimana sebenarnya realisasi janji NETRALITAS POLRI dalam PEMILU 2009 ini. Ada suara diluar bahwa POLRI ini agak meragukan komitmen NETRALITASNYA” jawab KATAKAMI.COM.

Polri

Polri

 

“Sini, sini, masuk ke ruangan kerja saya. Bicara didalam saja, supaya saya jelaskan sama kau. Jangan pikir POLRI main-main ya” sahut Jusuf Mangga yang berwajah “tanpa ekspresi” ini seraya mempersilahkan KATAKAMI.COM masuk ke ruangan kerja.

Dan selama satu jam, Irwasum Jusuf Manggabarani memberikan waktu khusus untuk KATAKAMI.COM melakukan wawancara eksklusif. Kami belum memuat hasil WAWANCARA EKSKLUSIF itu dan sengaja mendahulukan sisi lain dari kehidupan seorang Jusuf Mangga.

Jujur saja, tak mudah sebenarnya meminta Jusuf Mangga untuk diwawancarai secara khusus. Ia sangat menjaga jarak dan begitu tertutup kepada PERS.

“Eh, kau jangan tulis semuanya. Saya ini tidak pernah mau dan tidak biasa bicara sama wartawan. Tapi saya sangat hargai KATAKAMI. Ini cuma kau yang saya izinkan masuk ke ruangan kerja saya secara khusus. Apa … ada apa soal NETRALITAS itu ?” tanya Jusuf Mangga.

*****

Begitulah awal perjumpaan KATAKAMI.COM dengan Irwasum Polri. Disela-sela wawancara, Jusuf Mangga bercerita sedikit tentang kehidupannya atau menjawab pertanyaan-pertanyaan KATAKAMI.COM menyangkut keluarganya.

“Pak Irwasum, itu ada rantang disediakan. Bapak selalu dikirimi makanan dari Ibu dirumah ya ?” tanya KATAKAMI.

“Dari dulu begitu. Jadi saya ini termasuk suami yang bermutu. Hahaha. Isteri saya sangat memperhatikan bagaimana kesehatan saya. Jadi buat saya itu perhatian yang tulus” jawab Jusuf Mangga.

“Cerita dong Pak, mengenai anak-anak bapak ?” tanya KATAKAMI lagi.

“Anak saya ada 4, yang pertama itu laki-laki kerja di penerbangan. Yang kedua perempuan, dari 4 anak … baru yang perempuan ini sudah menikah. Dari anak perempuan saya ini, ada 3 cucu. Anak saya yang ketiga itu polisi, anggota Densus 88 Anti Teror. Tapi ini anak entah dimana tinggalnya, sebab dia tidak mau tinggal sama Bapaknya. Tidak mau pakai fasilitas Bapaknya. Dia pilih tinggal di tempat yang biasa-biasa katanya. Saya tidak tahu dimana dia. Saya tidak tahu kabarnya hari demi hari. Tapi tidak apa-apa, dia kan juga menjalankan tugas. Lalu anak saya yang paling kecil, kelas 5 SD” jawab Jusuf Mangga.

“Kelas 5 SD ? Kok Bapak masih punya anak yang kelas 5 SD. Tadi katanya yang besar di penerbangan, terus ada yang jadi anggota Densus 88 Anti Teror. Tiba-tiba Bapak bilang, masih ada yang kelas 5 SD. Itu anak beneran, atau anak angkat Pak ? tanya KATAKAMI.

“Ah kau … itu anak saya, anak bikin sendiri. Bukan, bukan, itu anak isteri saya karena saya tidak bisa beranak. Nah, saya bapaknya. Hahaha. Saya ini suami produktif. Jadi ceritanya waktu itu, saya dan isteri saya kesepian dirumah. Saya bilang sama isteri, kita bikin anak lagi yuk supaya ada teman kita. Jadi kami bikin anak lagi, walaupun kakak-kakaknya sudah besar. Lahirlah dia, sampai sekarang tidurnya pun sama saya dan isteri saya. Kami bertiga tiap malam tidur bersama-sama. Ini anak yang bungsu jadi teman untuk saya dan isteri saya dirumah.” kata Jusuf Mangga sambil tersenyum.

“Kapan waktu untuk kumpul dengan cucu-cucu Pak … tadi Bapak bilang ada 3 cucu ya ?” tanya KATAKAMI.COM.

“Ya, kalau orangtuanya bawa cucu-cucu itu ke rumah saya, kami ketemulah. Cucu itu bukan anak kita, jadi kita tidak bisa intervensi. terserah orangtuanya” ungkap Jusuf Mangga.

*****

Tiba-tiba ajudan Irwasum, Tatag masuk dan mengatakan ada telepon masuk yang ingin bicara dengan Jusuf Mangga.

“Iya, iya, kasih saja, tidak apa, kasih saja. Iya iya” demikian terdengar Jusuf Mangga menyahuti telepon masuk tersebut.Dan setelah pembicaraan berakhir, Jusuf Mangga menceritakan isi pembicaraannya tadi.

“Itu tadi adik saya telepon dari Makassar. Saya punya restoran kecil-kecilan di Makassar. Adik saya bilang, ada yang mau pinjam speed boat punya saya disana untuk mengunjungi pulau-pulau. Saya bilang, tidak apa-apa. Pinjamkan saja. Tidak usah bayar. Kenapa tidak boleh ?” kata Jusuf Mangga.

“Wah, Pak Irwasum, payah Bapak ini. Kapan Bapak mau kaya raya kayak konglomerat kalau semua cuma proyek thank you. Pinjam tok, tidak ada bayarannya ? Payah berarti Pak Irwasum ini, tidak bisa jiwa bisnis. Tidak bisa cari untung.” kata KATAKAMI.

Irwasum Jusuf Manggabarani

Irwasum Jusuf Manggabarani

“Eh, begini ya, saya punya prinsip dalam hidup ini. Didalam kehidupan ini, bagaimana caranya agar diri kita ini berguna bagi negara dan bagi masyarakat. Kalau tidak ada keuntungan materi yang didapat, sudah tidak apa-apa. Jangan cari materi diatas segala-segalanya. Harus begitu didalam hidup ini Mega ! Lakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Dan yang terpenting, lakukan yang terbaik ntuk masyarakat. Prinsip saya dalam bekerja seperti itu, pokokya wajib menjunjung tinggi nilai kebenaran. Heh, kita ini sebagai umat manusia, bertanggung-jawab kepada Tuhan. Harus diingat itu. Makanya saya sangat hati-hati dalam bekerja. Saya takut kepada Tuhan. Saya takut mengingkari kebenaran.” lanjut Jusuf Mangga.

Jusuf Manggabarani, sosok yang sangat membumi dan bersahaja ini tak pernah berpura-pura dalam mengeluarkan pandangan-pandangan hidupnya yang sangat mulia. Ia tegas dalam menerapkan disiplin. Sedikit saja ada kabar yang tidak baik dan memerlukan pengawasan dari Irwasum maka Jusuf Mangga akan langsung “turun tangan”.

Pria kelahiran Gowa (Makassar) 11 Februari 1953 ini, memang dikenal sebagai sosok yang bersih, lurus, sangat cakap dalam bekerja dan punya integritas yang sangat tinggi sekali.

“Jadi, bapak ini kelahiran bulan Februari ya ?” tanya KATAKAMI.

“Ya, saya ini pria Aquarius. Pria air” jawab Jusuf Mangga sambil tertawa.

“Wah, tos dulu Pak. Sebintang kita, Bapak tanggal 11 Februari, saya tanggal 14 Februari. Pantas lancar-lancar saja wawancara kita Pak” jawab KATAKAMI.

“Iya ya, orang yang bintangnya Aquarius itu dibutuhkan sesuai porsinya. Jangan kebanyakan, harus pas. Kalau air kebanyakan, banjir nanti. Tapi, kalau tidak ada air … payah kita. Kekeringan. Jadi, orang yang bintangnya Aquarius pasti dibutuhkan” kata Jusuf Mangga berseloroh dan tersenyum. 

*****

Siapapun pimpinan di POLRI, maka Jusuf Mangga memberikan loyalitas dan kinerja yang terbaik.

Tak pernah terdengar ada berita yang buruk tentang rekam jejak Jusuf Manggabarani. Seperti istilah yang kami gunakan selama ini, Jusuf Mangga adalah THE RISING STAR.

Ia “Bintang Yang Bersinar”.

Angkatan 1975 ini, sebenarnya sudah saatnya untuk mendapat kepercayaan yang lebih tinggi dalam struktur kepemimpinan dalam organisasi POLRI. Dan berbahagialah POLRI, terutama Indonesia, karena di era yang seperti ini masih bisa memiliki seorang figur PERWIRA TINGGI yang sangat membanggakan seperti Jusuf Mangga.

Harus disadari dan diakui, Indonesia memerlukan orang seperti JUSUF MANGGABARANI. 

Selama satu jam kami berbicara untuk mendalami masalah NETRALITAS PEMILU POLRI. Nantikan, hasil WAWANCARA EKSKLUSIF KATAKAMI.COM dengan Irwasum Komjen. Jusuf Manggabarani dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

(MS)

Filed under: Uncategorized, , ,

KATAKAMI.COM

TULISAN UTAMA DI KATAKAMI

%d blogger menyukai ini: