REDAKSI KATAKAMI

Ikon

Jurnalisme Yang Layak Dipercaya

The Rising Star Itu Bernama KOMJEN JUSUF MANGGABARANI & Pantas Dinominasikan Sebagai KAPOLRI

Jusuf Manggabarani

Jusuf Manggabarani

 Dimuat pertama kali Desember 2008

JAKARTA (KATAKAMI) Ada seseorang yang menarik untuk dicermati dan diperhatikan di dalam struktur kepemimpinan POLRI dibawah kepemimpinan KAPOLRI Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. Seseorang yang dinilai “bersih” dan sangat berintegritas tinggi.

“The Rising Star” adalah sebutan yang rasanya cocok sekali untuk Perwira Tinggi Angkatan 1975 ini. Siapakah dia ? Dia adalah Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen. Polisi Jusuf Manggabarani.

Bagi yang mengenal Perwira Tinggi yang satu ini, rata-rata akan berpendapat sama yaitu wajah Jusuf Mangga nyaris “tidak ada ekspresi”.

Sehingga, sangat tidak jelas apakah ia sedang marah atau berkelakar. Sebab, wajahnya akan tetap dingin. Suaranya juga khas, nyaring dengan intonasi yang sangat “Makassar”.

Nyaris tidak ada wartawan yang bisa “berakrab ria” dengan Jusuf Mangga. Walau demikian, sebenarnya Jusuf Mangga terbuka pada wartawan lyang biasa meliput di Lingkungan Mabes Polri. Pada sebuah kesempatan, seorang wartawati dari sebuah Radio Berita terkemuka ini melihat sosok Jusuf Mangga sedang melintas, ia langsung berlari mendekati Irwasum yang pernah menjadi Kepala Divisi Propam Polri.

*****

 

Reporter Radio tersebut “mencolek” pelan punggung Jusuf Mangga.

Spontan Jusuf Mangga berhenti berjalan dan bebalik badan. Ia menatap tajam pada sang wartawati dengan wajahnya yang “tak ada ekspresi”.

“Ada apa kau ?” tanya Jusuf Mangga.

“Anu pak, mau tanya … ” jawab si wartawati gelagapan.

“Apa yang mau kau tanya ?” tanya Jusuf Mangga.

” Aduh … maaf Pak, saya jadi lupa !” jawab si wartawati lugu.

Beberapa orang wartawan lainnya yang juga ada didekat wartawati tadi langsung tertawa terbahak-bahak.

“Grogi dia Pak, gara-gara lihat muka Bapak” celetuk wartawan lain.

Jusuf Mangga jadi ikut tertawa dan tidak lama kemudian pergi meninggalkan kerumunan wartawan.

Ketika Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membuka Latihan Gabungan Anti Teror TNI – Polri beberapa waktu lalu di Lapangan Bhayangkari Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, KATAKAMI.COM menyapa Irwasum Jusuf Mangga yang terlihat berjalan sendirian.

“Selamat siang Pak Jusuf Mangga, saya Mega Simarmata dari Situs Berita KATAKAMI.COM. Saya mau berkenalan Pak. Walaupun sebenarnya saya agak “ngeri” lihat wajah Bapak,” kata KATAKAMI.COM seraya menyampaikan guyonan untuk mencairkan suasana.

“Ah, kenapa ngeri, tak kenal maka tak sayang, begitu kata orang,” jawab Jusuf Mangga sambil menjabat tangan KATAKAMI.COM.

 

 

Komjen Jusuf Manggabarani

Komjen Jusuf Manggabarani

 

Bagaimana tidak gempar semuanya, setelah terbongkar dan ketahuan bahwa ternyata si bandar narkoba MONAS, hanya dijadikan SAKSI dalam kasus Taman Anggrek.

Terakhir, Majelis Hakim sudah menjatuhkan vonis MATI kepada 3 orang terdakwa dalam kasus ini (salah seorang diantaranya adalah isteri dari bandar narkoba MONAS, yaitu Cece yang saat ini masih ditahan di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur).

Bandar narkoba MONAS, dalam BAP bisa-bisanya justru dibuat terpisah kasusnya yaitu kasus kepemilikan 1 gram Sabu dengan vonis HANYA 1 tahun penjara saja pada bulan Juni 2008.

Padahal saat penangkapan, MONAS ada di lokasi dan barang bukti sebanyak 1 juta Pil Ekstasi itu disinyalir adalah “dagangannya” bandar narkoba MONAS. Apalagi beredar kabar kuat di tengah masyarakat bahwa bandar narkoba MONAS ini memang memiliki beking “sangat kuat, licin dan licik” yaitu oknum Perwira Tinggi Polri.

Setelah terungkap dugaan rekayasa BAP yang sangat memalukan ini, KAPOLRI Jenderal BHD memerintahkan Irwasum Jusuf Mangga untuk melakukan pemeriksaan secara intensif.

Jusuf Mangga memang dikenal sangat sulit memberikan bocoran terkait hasil sementara pemeriksaan itu.

Termasuk ketika ada kabar yang beredar bahwa sudah ada 60 orang Polisi yang diperiksa terkait kasus ini, baik Polisi di Direktorat Polda Metro Jaya atau di Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri.

“Pak, itu kabarnya sudah ada 60 orang yang diperiksa ?” tanya seorang wartawan kepada Jusuf Mangga dalam sebuah kesempatan.

“Ah, tenang saja kau, jangan tanya-tanya. Semua sedang berjalan pemeriksaan,” jawab Jusuf Mangga dengan ekspresi wajah yang tetap “datar-datar saja”.

Turun tangannya Jusuf Mangga memeriksa kasus ini, kabarnya membuat “panas dingin” sejumlah Polisi. Bisa jadi, bukan karena polisi ini terlibat tetapi “rekam jejak” Jusuf Mangga yang memang dikenal sangat bersih, lurus dan disiplin, membuat banyak polisi salah tingkah jika berhadapan dengan Jusuf Mangga.

Selama ini, ada suara-suara miring yang menyebutkan bahwa Jusuf Mangga adalah orangnya Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selain karena sama-sama memiliki nama depan Jusuf, keduanya juga sama-sama berasal dari Makassar. Ada juga yang menyebutkan bahwa Jusuf Mangga adalah orangnya Mantan Kapolri Sutanto.

Suara-suara seperti tadi sangat tidak beralasan dan jelas tidak benar !

Jusuf Mangga, bukan orangnya siapa-siapa.

Ia loyal kepada bangsa dan negara. Bukan kepada orang perorang. Ia hanya tahu satu hal bahwa sebagai seorang Polisi, maka ia harus bertugas sebaik-baiknya dengan seluruh totalitas dan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negaranya.

Tentu saja, Jusuf Kalla harus menghubungi Jusuf Mangga, yaitu saat memanasnya situasi di Poso beberapa tahun silam.

Pada saat itu, sumber KATAKAMI.COM di Lingkungan Istana Wapres menceritakan bahwa memang harus Jusuf Mangga yang dihubungi karena Perwira Tinggi ini yang disegani dan diterima oleh pihak-pihak yang bertikai di Poso.

Tanpa sepengetahuan siapapun, kabarnya Jusuf Mangga yang ditugaskan merapat ke Poso untuk berdialog dan merangkul Pihak-Pihak yang bertikai. Terbukti bahwa penugasan terhadap Jusuf Mangga itu berhasil sebab kehadirannya di terima oleh Tokoh-Tokoh disana.

Dan kalau mau jujur, yang dikabarkan dekat dengan Wapres Jusuf Kalla sebenarnya bukan Jusuf Manggabarani tetapi Wakapolri Komjen. Makbul Padmanegara.

Jusuf Mangga, juga bukan orangnya Sutanto !

Terbukti lewat sebuah rapat Wanjak untuk menentukan posisi-posisi strategis yang akan mendapatkan promosi atau mutasi, kabarnya Jusuf Mangga berani dan memang bisa menyampaikan beberapa masukan yang objektif terhadap figur yang kabarnya “dititipkan” oleh Sutanto. Artinya, Jusuf Mangga adalah pribadi yang tahu menempatkan diri.

Sebagai bawahan, siapapun atasannya, maka ia wajib menghormati dan tunduk kepada sang atasan.

Dan itulah yang dilakukan oleh Jusuf Mangga !

Dibalik wajahnya yang memang dikenal “tidak berekspresi” karena sangat dingin dan datar-datar saja dalam semua situasi, Jusuf Mangga adalah figur Polisi yang sangat cakap, kredibel, jujur, tegas, keras, profesional dan total bekerja sebagai abdi negara yang penuh dedikasi.

Lewat sebuah kesempatan yaitu saat Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan jajaran jajarannya dengan Komisi III DPR-RI, Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan sempat menyampaikan komentar yang mengundang “senyuman” di wajah Jusuf Mangga yang duduk di deretan kursi terdepan bersama para Pejabat Teras Mabes Polri.

“Saya berbahagia sekali hari ini, selain karena seluruh Kapolda hadir dalam Rapat Dengar Pendapat kali ini. Saya lihat ada Pak Irwasum ini tersenyum. Wah, senang rasanya kalau bisa melihat Pak Irwasum tersenyum. Biasanya sulit melihat senyuman Pak Irwasum,” kata Trimedya Panjaitan.

Semua yang hadir dalam ruangan itu, termasuk Kapolri BHD dan Irwasum Jusuf Mangga serta semua wartawan yang juga hadir meliput RDP itu, ikut tertawa mendengarkan komentar Ketua Komisi III ini.

Jusuf Mangga, sosok yang pantas dipercaya dan diberi kepercayaan yang jauh lebih tinggi.

Ada suara-suara yang mengatakan bahwa setelah Presiden SBY sukses melakukan regenerasi kepemimpinan Polri dengan mengganti Kapolri dari Sutanto kepada Bambang Hendarso Danuri, kini regenerasi selanjutnya juga diharapkan dapat dilakukan pada lapisan kedua di Mabes Polri.

Jusuf Mangga, dinilai cakap dan memang pantas untuk menjadi Tri Brata-2 atau Wakapolri, untuk menggantikan Komjen. Makbul Padmanegara (Angkatan 1974).

Disandingkannya, BHD dari Angkatan 1974 dan Jusuf Mangga dari Angkatan 1975 dalam memimpin POLRI, diharapkan mampu untuk membawa Polri ke arah yang jauh lebih baik, profesional dan lebih berprestasi.

Dan diharapkan, hendaknya jangan ada lagi yang mengatakan bahwa Jusuf Mangga adalah orangnya si A, si B atau si C.

Menilai seseorang tidak bisa dari permukaan kulit saja.

Semua harus didalami dengan sebaik-baiknya. Sebab dalam rekam jejak pengabdiannya sebagai seorang Polisi, Jusuf Mangga sudah terbukti hanya loyal kepada satu saja yaitu mengabdi dengan penuh totalitas dan loyalitas kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Jusuf Manggabarani, “The Rising Star” yang sulit dicari pada era kekinian.

Era dimana, Indonesia memerlukan figur yang cakap, bersih, lurus, tegas, keras, profesional dan memiliki integritas tinggi dalam mengabdikan dirinya. Dan sosok Jusuf Mangga, adalah sosok yang memenuhi kriteria itu.

Indonesia tak perlu memaksa Jusuf Mangga untuk tersenyum tanpa henti agar wajahnya tak lagi disebut “tanpa ekspresi”.

Yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah kinerja dari sang Irwasum ini agar terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan, sehingga kepemimpinan POLRI dibawah kendali Kapolri Jenderal BHD memang dapat menjadi POLRI yang humanis tetapi penuh ketegasan.

(MS)

Komjen Jusuf Mangga, sejak hampir 3 pekan ini memimpin Tim Pemeriksaan untuk kasus rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bandar narkoba Liem Piek Kiong alias Monas (yang ditangkap November 2007 di Apartemen Taman Anggrek dengan barang bukti 1 juta Pil Ekstasi). Kasus ini kembali menggemparkan !

 

Filed under: Uncategorized, , , , ,

KATAKAMI.COM

TULISAN UTAMA DI KATAKAMI

%d blogger menyukai ini: