REDAKSI KATAKAMI

Ikon

Jurnalisme Yang Layak Dipercaya

Emang PKS Bisa Menang ? Emang SUTANTO – TIFATUL Bisa Dicalonkan ? Untuk Indonesia Lebih Baik, KENAPA TIDAK ?

PKS

PKS

Jakarta (KATAKAMI)  Sekitar 2 minggu lagi, pesta demokrasi lima tahunan di negeri ini akan dilaksanakan. Ya, Pemilihan Umum Legislatif 2009 akan digelar serentak di seluruh wilayah nusantara tanggal 9 April 2009.

Bagi semua Parpol dan semua Caleg, masih ada waktu untuk terus melakukan kampanye terbuka. Entah itu Ketua Umum Parpol, Sekjen, Pengurus, Para Kader, semua Caleg dari masing-masing Parpol dan seluruh tim sukses mereka pasti sedang berkonsentrasi melakukan upaya terbaik yang paling maksimal untuk bisa mendapatkan perolehan suara yang terbanyak dan tertinggi.

Kami ingin menyoroti Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

 

Inilah parpol yang bisa diibaratkan seperti pepatah “maju kena mundur kena”. Bukan PKS yang stagnan atau jalan di tempat. Tetapi pepatah “maju kena mundur kena” itu lebih diarahkan pada laris manisnya PKS secara organisasi didekati oleh parpol lain dan salah seorang tokoh sentral PKS sering diucapkan sebagai figur paling ideal untuk mendampingi CAPRES lain sebagai alternatif menjadi CAWAPRES.
 
Kalau boleh jujur, kami tidak yakin Hidayat Nur Wahid berambisi atau punya selera politik yang meletup-letup untuk menjadi CAPRES atau CAWAPRES bagi figur lain.
 
Mencermati sikap kenegarawan dari Hidayat Nur Wahid, beliau sudah sangat panjang menjalani dan melaksanakan amanah dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Baik semasa menjadi Presiden PKS dan saat lima tahun terakhir ini menjadi Ketua MPR-RI.

Artinya, tokoh sebesar Hidayat Nur Wahid tentu akan memberi jalan bagi “adik-adiknya” di PKS untuk berkiprah lebih nyata dalam struktur pemerintahan atau keorganisasian PKS.

Hidayat Nur Wahid jangan mau kalau namanya dicatut sana sini untuk diobral ke media massa oleh parpol lain sebagai “jualan kecap” dalam rangka uji coba terhadao laku atau tidaknya CAPRES tertentu berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid.

Penyebutan nama Hidayat Nur Wahid secara tidak malu-malu kepada media massa dan menjadi pemberitaan yang sangat luas, harus ditolak secara tegas oleh semua kader PKS.

Mengapa ? Yang menyebutkan itu jelas-jelas dari unsur parpol lain. Jadi, ada kepentingan politik sepihak yang hendak diraup demi keuntungan mereka. Bukan untuk kepentingan dan keuntungan PKS.

Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid

Kecuali, jika yang berbicara adalah para pengamat atau siapapun juga yang “bersih total” dari unsur kepartaian. Independensi dalam memberikan pandangan dan analisa, akan sangat menentukan kejernihan dari semua buah pikir dan saran yang terbaik.

Dan kalau boleh jujur, figur yang lebih bijaksana untuk dimajukan sebagai CAPRES atau CAWAPRES atau PKS adalah Tifatul Sembiring.

Faktor terpenting yang tidak bisa dilupakan dan diabaikan dari sosok Tifatul Sembiring adalah dia adalah Pimpinan atau Presiden atau KETUA UMUM PARTAI KEADILAN SEJAHTERA. Dalam kehidupan dan aturan main perpolitikan, posisi Ketua Umum sangat layak dan berhak untuk mendapat prioritas.

Cobalah, semua unsur dalam PKS mengingat dan merenungkan kembali, saat dimana Tifatul Sembiring diberi amanah untuk menjadi Presiden PKS ?

Apa kelebihannya ? Mengapa ia yang dipercaya menjadi Presiden PKS ? Mengapa bukan yang lain ?

Jawabannya karena Tifatul Sembiring punya jiwa kepemimpinan yang sangat kuat, kecerdasannya diatas rata-rata, pintar berdiplomasi, pandai berkawan dengan media massa dan tahu cara membawakan diri dalam perjalanan politik bagi PKS.

Ketika dulu Hidayat Nur Wahid menjadi Presiden PKS, seperti itu juga harusnya aturan main yang ditegakkan. Dalam posisi sebagai Ketua Umum Partai maka prioritas utama untuk dicalonkan sebagai CAPRES atau CAWAPRES adalah Hidayat Nur Wahid. Tetapi bangsa dan negara ini lebih memerlukan Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua MPR-RI, jabatan yang sangat mulia dan sudah dilaksanakan oleh Hidayat Nur Wahid dengan sangat membanggakan.

Presiden PKS Tifatul Sembiring

Presiden PKS Tifatul Sembiring

Kerendahan hati Hidayat Nur Wahid, tampak jelas sepanjang masa kampanye terbuka ini. Dalam beberapa kesempatan untuk tampil di daerah, Hidayat Nur Wahid mau, bisa dan sangat konsisten untuk hadir secara nyata sebagai JURKAMNAS atau Juru Kampanye Nasional. Ia menjadi IKON atau TOKOH SENTRAL yang memang pantas dibanggakan oleh PKS.

Hidayat Nur Wahid akan lebih membanggakan lagi, jika ia memberi jalan dan mempersilahkan “adik-adiknya” didalam struktur keorganisasian PKS untuk mendapat giliran berkiprah dalam unsur pemerintahan.

Dan secara khusus, jauh lebih baik jika Tifatul Sembiring yang didukung secara bulat untuk menjadi alternatif utama sebagai CAPRES atau CAWAPRES. PKS harus kompak. Jangan mau dipecah-belah.

Contohnya, jika nama Hidayat Nur Wahid “disebut-sebut” seenaknya oleh parpol atau tokoh dari parpol lain untuk menjadi pasangan CAWAPRES nama tertentu, itu akan sangat merugikan PKS.

Bayangkan kalau massa dan seluruh simpatisan PKS yang tersebar seantero nusantara dan para pemilih yang ada di luar negeri, saat mereka mendengar berita dari media massa nama Hidayat Nur Wahid disebut-sebut parpol tertentu maka berita itu akan membuat mereka bertanya-tanya dan bisa jadi merasa gundah.

Iya, kalau mereka setuju dan memang mendukung wacana tentang perjodohan politik yang diumbar oleh pihak lain. Bagaimana kalau mereka tidak setuju ? Secara psikologis, ini berpotensi membuat suasana hati menjadi tidak kondusif. Dipinang saja belum, kesepakatan resmi juga belum ada, nama sudah disebut sana sini oleh pihak lain. Kalau penyebutannya hanya antar orang-perorang dan dirahasiakan misalnya, silahkan saja.

Tapi ini diucapkan secara KHUSUS kepada media massa. Lalu dalam hitungan menit misalnya, beritanya sudah kemana-mana. Sementara di lain pihak, patut dapat diduga ada upaya siluman untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap PKS dengan cara sejak 3 bulan terakhir.

Coba dipikir-pikir, siapa sih di negeri ini yang patut dapat diduga bisa merancang, mengatur dan memainkan semua gerakan secara siluman ? Untuk melakukan semua itu dibutuhkan perangkat, peralatan, kelengkapan sumber daya manusia dan … tebalnya dana atau anggaran untuk memuluskan semuanya agar berjalan.

Dari mulai masalah aksi damai untuk Palestina di Jakarta, bisa membelok ke Jambi, lalu belok lagi ke daerah lain dan tiba-tiba menikung ke wilayah lain. Dari daerah ke daerah, dihembuskan isu tak sedap dan patut dapat diduga untuk membusukkan nama besar PKS.

PKS harus percaya diri dan mencermati semua gelagat atau indikasi pembusukan politik.

Katakan tidak, terhadap siapa atau apapun yang mengingkari prinsip kebenaran dan keadilan yang dipegang oleh PKS selama ini. Kalau PKS bukan parpol yang sangat “potensial secara luar biasa”, tidak akan mungkin ada pihak lain yang patut dapat diduga sangat agresif dan antusias melakukan pembusukan politik atau pembunuhan karakter terhadap PKS.

Semua kader dan simpatisan PKS di seluruh daerah serta tersebar di negara-negara lain (di belahan dunia manapun), sadarilah bahwa nasihat bijak “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” adalah modal untuk menembus perolehan angka yang terbaik dan tertinggi dalam Pemilu Legislatif.

Motto bahwa PKS itu bersih, peduli dan profesional memang demikian kenyataannya.

Awal tahun 2007, kami dimintai tolong oleh seorang ibu (non pribumi) yang puteri sulungnya mendapat perlakuan pelecehan seksual dari gurunya. Anak yang berusia 12 tahun ini mengidap sakit hiperaktif (semacam autis). Sehingga harus bersekolah di sekolah yang khusus untuk anak-anak seperti itu.

Sebenarnya, hampir seluruh siswi di sekolah itu mendapat perlakuan yang tidak senonoh dari guru yang bejat itu. Tetapi akhirnya hanya ada 3 anak yang berani dibawa untuk melapor ke PIHAK KEPOLISIAN, 2 anak dari keluarga Cina dan 1 anak dari keluarga pribumi (anak yang berasal dai keluarga pribumi adalah anak yang datang dari keluarga tak mampu yaitu ayah ibunya bekerja sebagai pedagang sayur di sebuah pasar tradisional).

Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata memberikan bantuan kepada mereka (ketiga korban dan keluarganya) untuk mendapat dukungan moril dari semua pihak. Salah satunya dari PKS !

 

Almuzzammil Yusuf (PKS)

Almuzzammil Yusuf (PKS)

 

Almuzzammil Yusuf (Anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi PKS) bersedia menerima kedangan ketiga korban dan keluarganya. Pihak keluarga memohon dukungan dari PKS agar kasus ini ditangani secara baik oleh KEPOLISIAN dan KEJAKSAAN. Selain dari PKS, dukungan juga berdatangan dari banyak pihak.

Selama ini, tidak pernah ada kasus pelecehan seksual yang dapat diproses secara hukum. Sebab rata-rata, korban akan menarik kembali laporan polisi yang dibuatnya. Atau, kesulitan untuk memberikan bukti dan saksi-saksi yang berguna dalam persidangan.

Tapi dalam kasus pelecehan seksual terhadap siswi-siswi yang menderita sakit khusus” itu, dimenangkan oleh KETIGA KORBAN. Guru bejat itu DIVONIS bersalah dan mendapat hukuman pidana kurungan sekitar 1,5 tahun.

Yang ingin disampaikan disini adalah komitmen PKS untuk peduli, itu bukan basa-basi. PKS memang benar-benar peduli.

Siapa bilang, PKS hanya untuk umat Islam ?

Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata — yang notabene non Muslim – bisa berkawan baik dengan banyak tokoh PKS, dalam konteks sebagai mitra kerja antara jurnalis dan narasumber. Tetapi ada kepedulian yang natural dan tulus dari tokoh-tokoh PKS. Kalau tingkat atau kadar ke-Islam-an mereka sangat sempit dan “meredahkan”, tentu tidak akan ada perhatian atau kepedulian terhadap pihak lain yang lain berbeda suku, agama dan ras. Sepanjang yang kami tahu, PKS melakukan segala sesuatu secara tulus dan berpijak pada prinsip kebenaran serta prinsip keadilan.

Izinkan kami mengucapkan terimakasih untuk PKS. Terimakasih untuk semua uluran tangan, kepedulian dan perhatian yang sangat membanggakan.

Di masa kampanye terbuka ini, cobalah lihat begitu banyak poster, spanduk dan semua atribut parpol atau caleg yang terpasang dimana-mana. Sulit mengenali satu-persatu. Dan bagaimana mau memilih, jika tidak ada TRUST atau kepercayaan. Sementara ada pepatah yang mengatakan, “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG”.

Dalam konteks ini, yang ingin dikritik dan diluruskan kepada semua CALEG misalnya, kenapa baru sekarang pasang poster, spanduk dan semua atribut politik itu ? Rakyat ingin tahu, seperti apa kepribadian, kemampuan dan nilai diri dari caleg masing-masing !

Secantik apapun atau seganteng apapun foto yang terpampang di poster, spanduk atau atribut partai yang dipasang itu, sekali lagi … tetap harus ada faktor TRUST atau KEPERCAYAAN yang kuat dari hati masyarakat kepada CALEG atau PARPOL yang akan dipilihnya.

Sementara, kita sudah mendengar dan menyaksikan penanganan kasus-kasus korupsi yang menimpa tokoh-tokoh dari parpol tertentu. Predikat bahwa si tersangka, terdakwa atau terpidana kasus korupsi itu datang dari parpol tertentu, mau tak mau membuat masyarakat menjadi berpikir seribu kali untuk memilih parpol itu.

Itulah sebabnya, penanganan korupsi atau penegakan hukum apapun yang tebang pilih dari seluruh INSTANSI PENEGAKAN HUKUM (KPK, Kejaksaan Agung & POLRI), yang patut dapat diduga ditujukan kepada tokoh-tokoh dari parpol tertentu memang sarat dengan kepentingan politik yang menguntungkan pihak tertentu.

Dalam situasi seperti ini, memang paling enak membusukkan nama atau parpol orang lain. Enak sekali, tinggal ciduk, tinggal tangkap atau tinggal menetapkan jenis statusnya yaitu menjadi tersangka kasus hukum tertentu. Ayo, siapa yang kira-kira berminat menjadi Capres atau Cawapres dari lawan politik yang berat ? Hati-hati kalau tiba-tiba ada panggilan atau pengumuman yang mengejutkan. Rakyat tidak bodoh dan bisa menilai, terutama menyadari semua itu.

Dan indikasi yang sarat dengan realita demikian, ibarat permainan anak kecil yaitu permainan “HOMPIMPA” yang disenandungkan anak-anak kecil sambil memutar-balikkan telapak tangan mereka dengan menyanyikan seperti ini, “Hompilah hompimpa, alaiyum gambreng !”. Artinya, siapa yang sial, maka dialah yang akan dapat giliran setelah diundi dengan cara pengundian ala permainan “HOMPIMPA” tadi.

PKS, harus menyadari bahwa Indonesia ini bukan negeri Aladin. Indonesia adalah sebuah negeri yang dihuni oleh begitu banyak anak bangsa yang rindu pada kehidupan yang penuh PERUBAHAN ke arah yang lebih baik. Termasuk dalam hal penegakan hukum atau pemberantasan korupsi sekalipun.

Kalau ilustrasinya harus diselaraskan dengan ilustrasi dunia anak-anak, maka jangan gaya HOMPIMPA tadi yang digunakan oleh PKS jika nanti berkiprah dalam pemerintahan. Tetapi, gunakanlah sikap patriotik dari tokoh KABAYAN misalnya. Tokoh legenda yang sederhana, polos, jujur dan teguh melakukan kebenaran.

Manusia sebagai ciptaan Sang Khalik, penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Sebab, kesempurnaan adalah milik Sang Khalik. Sehingga, kalau ada yang memuji-muji diri sendiri, apalagi sampai menyebut dirinya SEMPURNA. Pantaskah ?

 

Jenderal Sutanto

Jenderal Sutanto

 

PKS, harus menyadari bahwa Indonesia menunggu komitmen PERUBAHAN itu. Barangkali, yang juga pantas untuk segera dimatangkan dan direalisasikan oleh PKS bila sudah tiba saatnya adalah menentukan CAPRES dan CAWAPRES yang perjodohannya sangat “menarik hati”.

Perpaduan Jawa – Non Jawa,  Sipil – TNI / POLRI dan mengawinkan unsur Nasionalis – Agama, harus dirumuskan secara tepat. Coba amati dan direnungkan rumus perjodohan tadi, jika dipasangkan pada nama SUTANTO dan TIFATUL SEMBIRING. Akan jauh lebih membanggakan bagi PKS, jika Ketua Umum atau “Presiden” mereka bisa benar-benar masuk ke Istana Kepresidenan toh ? Kebanggaan itulah yang harus diperjuangkan untuk bisa menjadi kenyataan.

Meniru iklan PKS sendiri, kami ingin membuat plesetannya sedikit. “Emang PKS Bisa Menang ? Untuk Indonesia Yang Lebih Baik, KENAPA TIDAK ?  Emang Sutanto – Tifatul Sembiring Pantas Dicalonkan sebagai CAPRES – CAWAPRES ? Untuk Indonesia Yang Lebih Baik, KENAPA TIDAK ?

Jadi, tunggu apa lagi ? Kalau orang barat bilang, JUST DO IT !

 

 

(MS)

About these ads

Filed under: Uncategorized

KATAKAMI.COM

Thank You God, Gracias A Dios, Untuk Terkabulnya Doa & Harapan Bebasnya ROXANA SABERI Dari Rezim Iran

TULISAN UTAMA DI KATAKAMI

Top Clicks

  • Tidak ada
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: